Banyak yang pesimis dengan penghematan biaya saat menggunakan motor listrik. Pasalnya saat ini harga baterainya saja bisa sama dengan harga motornya. Sehingga masyarakat masih ragu dan takut beralih menggunakan motor listrik karena masih beranggapan bahwa harga baterai yang mahal justru akan membuat menjadi biaya nombok.
Alasan itulah yang membuat subsidi sebesar Rp7 juta dari pemerintah dirasa kurang mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat. Hingga akhirnya banyak yang mengulas seberapa besar sebenarnya penghematan yang bisa didapatkan saat sudah mulai beralih menggunakan motor listrik. Supaya lebih jelas kita hitung berapa besar penghematan yang bisa didapatkan jika beralih menggunakan sepeda motor listrik berikut ini;
Subsidi Pemerintah Sebesar Rp 7 Juta
Meskipun terdapat kuota, tetapi kuota tersebut masih belum terpenuhi. Sehingga jika kamu membeli motor yang harganya mirip dia angka Rp20 jutaan jelas masih lebih irit dan hemat motor listrik. Karena masih tersedia subsidi dari pemerintah sebesar Rp7 juta.
Tetapi, subsisi tersebut hanya bisa didapatkan sekali saja dan tidak berlaku untuk kelipatan. Selain itu ada ketentuan khusus yang harus dipenuhi untuk mendapatkan subsidi. Jadi tidak serta merta semua golongan masyarakat bisa mendapatkan subsidi tersebut.
Hemat Bensin Rp 2,77 juta Per tahun
Menurut perhitungan pemerintah, jika masyarakat sudah menggunakan motor listrik berpotensi menghemat hingga Rp 2.77 juta per tahun dengan asumsi pemakaian BBM pertalite. Bahkan pemerintah pun bisa menghemat hingga Rp 18,6 miliar per tahun jika konversi motor listrik target 50 ribu unit motor berjalan dengan baik di tahun 2023.
Untuk tahun 2024, pemerintah meningkatkan target konversi 3 kali lipat menjadi 150 ribu unit sepeda motor dikonversi menjadi basis listrik. Nilai subsidi untuk pembelian ataupun konversi motor listrik sama-sama diberikan senilai Rp7 juta.
Hemat Perawatan Hingga 50%
Komponen utama motor listrik yaitu baterai, dinamo dan controller. Dengan begitu motor tidak lagi memerlukan bensin serta bisa mengurangi polusi udara serta polusi suara. Pasalnya motor listrik tidak memerlukan knalpot sehingga tidak menimbulkan bising.
Jika masyarakat sudah menggunakan motor listrik, pemerintah memberikan ilustrasi bahwa penghematan yang bisa didapatkan yaitu hingga 50%. Hal tersebut dihitung dari biaya perawatan seperti tidak perlu ganti oli, busi, oli transmisi, filter udara, driver belt. Praktis perawatan hanya pada penggantian kampas rem dan ban saja jika kondisinya sudah aus atau menipis.
Tetapi, masyarakat pun perlu menyadari bahwa faktor baterai akan menurun seiring dengan bertambahnya usia pakai. Kemampuan baterai diperkirakan akan mengalami penurunan setelah melewati 3 tahun masa pakai. Sehingga perlu disiapkan biaya untuk pembelian baterai baru. Dengan harapan baterai pada tiga tahun mendatang harganya bisa lebih murah sehingga pembelian baterai pun menjadi lebih ringan.
Pajak Motor Listrik Lebih Murah
Pajak motor listrik berupa PKB dan SWDKLLJ masih lebih terjangkau dibandingkan dengan motor bensin. Sehingga pajaknya jadi lebih ringan dibandingkan dengan pajak motor bensin biasa. Pajak motor listrik saat ini masih diberikan beberapa keringanan dari pemerintah, mulai dari pajak tahunan hingga BBN KB. Jauh lebih murah dibandingkan dengan motor bensin.
Paling nyata adalah pajak tahunan yang hanya di kisaran Rp50 ribuan saja. Beda dengan pajak motor bensin yang bisa mencapai Rp250 ribuan. Untuk soal pajak tahunan motor listrik saja bisa menghemat hingga 4x lipat daripada pajak motor bensin.
Hemat Tapi Tetap Harus Pahami Kekurangannya
Diantara beberapa kemudahan serta penghematan yang didapatkan ada beberapa keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki oleh motor listrik. Misalnya saja SPKLU yang jumlahnya masih terbatas. Selain itu untuk pengisian ulang motor listrik masih perlu waktu yang lama antara 4 sampai dengan 5 jam. Konektivitas fast charging untuk motor listrik subsidi tidak bisa diharapkan karena teknologinya mendukung dengan harga yang pas-pasan.
Namun demikian, perlu diakui bahwa dengan menggunakan motor listrik membantu mengurangi gas emisi buang dari kendaraan bermesin atau berbahan bakar bensin. Harga motor listrik juga masih terjangkau dengan adanya subsidi dan bisa dicicil menggunakan pinjol cepat cair dan mudah seperti Kredivo.
Apalagi akses pembelian bisa kamu peroleh lewat marketplace. Enaknya pakai Kredivo, cicilanya fleksibel dengan bunga yang rendah mulai dari 1.99% per bulan hingga 12 bulan. Khusus bagi member premium bisa mendapatkan tenor lebih panjang hingga 24 bulan dengan limit yang lebih besar hingga Rp50 juta. Pendaftaran mudah dan cepat hanya perlu lewat aplikasi resminya saja yang bisa diunduh baik dari App Store maupun Play Store.